Selasa, 06 Januari 2009

Jika Anda menginginkan website Anda berada pada urutan tertinggi di Google, Yahoo, atau search engine yang lain, maka Anda perlu menjalankan teknik S

Memasang kode Adsense lalu membiarkannya begitu saja mungkin akan tetap memberikan earning bagi si pemasang, apalagi jika website / blog tersebut memiliki trafik pengunjung yang tinggi dan sebagian besar adalah pengunjung loyal.

Meski demikian, patut disayangkan jika hasilnya hanya begini dan begitu saja. Sebenarnya, niat nggak sih pasang Adsense, hehehe... sungguh-sungguh dalam mengerjakan segala sesuatu akan lebih memberikan hasil yang optimal dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara asal-asalan.

Jika melihat beberapa contoh website / blog publisher Adsense yang sukses, sebenarnya kita dapat memaksimalkan pendapatan dari Adsense dengan cara yang relatif mudah. Saya sudah mencobanya dan mungkin bisa bermanfaat bagi rekan-rekan yang sedang mencari cara menaikkan earning dari Adsense.

Silakan coba beberapa tips berikut ini, monitor dalam beberapa hari atau minggu dan lihat hasilnya.

1. Gunakan Lay Out yang Tepat.
Banyak dari kita yang memasang kode Adsense namun membiarkannya begitu saja. Contoh mudahnya ya beberapa blog saya sendiri, hihihi...

Saya sempat melakukan ujicoba perubahan layout pada sebagian blog yang lain dan hasilnya bisa meningkat meski soal besarnya terbilang relatif.

Jika kita ingin memaksimalkan pendapatan Adsense dari lay out blog, kita bisa menggunakan beberapa lay out yang memang sudah dioptimasi untuk Adsense. Pembuatnya sebagian besar adalah publisher Adsense dan jika dilihat dari bentuk lay out, themes atau template yang dibuat merupakan buah dari pengalaman yang bersangkutan.

Isnaini adalah salah satu contoh publisher yang membuatkan templates blog yang dioptimasi untuk Adsense. Penempatan iklan dan bentuk themesnya sudah dimaksimalkan untuk pemasangan kode Adsense.
Selain optimasi lay out, template yang dibuat juga sudah membuat section khusus penempatan kode, sehingga kita tidak susah lagi mencari posisi untuk kode Adsense.
Bagi pengguna Serendipity, template dari David Cummins dan Carl Galloway bisa menjadi pilihan untuk memaksimalkan earning, sedangkan bagi pengguna Wordpress, Dosh-Dosh membuatkan list mengenai 16 (berganti judul jadi 17) templates / themes Wordpress yang bisa digunakan untuk optimasi Adsense. Yang menarik, salah satu templates yang direkomendasikan oleh Dosh-Dosh adalah themes Merah Putih milik Isnaini. Good Work, Mas Isnaini.

2. Maksimalkan Jumlah Iklan
Sesuai dengan ToS Adsense, kita bisa memasang 3 Ads unit, 1 Link Unit dan 2 Refferal Unit dalam 1 halaman. Maksimalkan pendapatan Adsense dengan menempatkan bentuk-bentuk iklan tersebut dalam 1 halaman, namun jangan lupa untuk tetap menjaganya agar tidak merusak artikel dan bentuk keseluruhan halaman. Lakukan ujicoba beberapa kali hingga menemukan format yang pas.

3. Aplikasikan Section Targetting
Jika sudah memiliki blog yang dioptimasi, kita bisa meraih pendapatan Adsense yang optimal jika iklan yang tampil benar-benar relevan dengan isi artikel. Gunakan section targetting untuk ini. Hanya saja, hal ini masih sulit dilakukan jika isi blog / website berbahasa Indonesia, kecuali jika materi yang dibahas cukup spesifik dan memiliki variasi iklan yang cukup banyak.

4. Gunakan Channel
Gunakan channel untuk melakukan tracking, bentuk iklan dan posisi mana saja yang memberikan hasil yang maksimal. Tidak ada salahnya kita mengganti formasi dan lokasi penempatan jika hasilnya tidak seberapa atau bahkan tidak ada sama sekali :-).

5. Coba Format 336 X 280
Berdasarkan pengalaman pribadi dan baca-baca pengalaman publisher lain, format iklan 336 X 280 memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan bentuk lainnya. Gunakan iklan ini pada posisi yang berdekatan dengan artikel yang ditulis.

6. Optimasi dengan Blended Color
Rapikan tampilan blog / website agar warna warninya lebih menyatu (blended) dengan iklan yang ditampilkan. Bagi pengguna Firefox, addons Color Picker bisa digunakan untuk mendapatkan bilangan Hexadecimal dari warna yang terdeteksi.

7. Berikan Deskripsi dan Anjuran
Jika kita memasang Refferal Unit (Firefox misalnya), akan lebih maksimal jika iklan yang ditampilkan tidak dibiarkan sendirian. Letakkan refferal unit tersebut pada artikel yang menganjurkan penggunaanya, misalnya, daripada stress pakai Internet Explorer akibat malware dan adware, gunakan Firefox sebagai browser pilihan. Berikan penjelasan mengapa refferal unit tersebut pantas untuk digunakan.

Beberapa tips diatas merupakan hasil pengamatan yang saya aplikasikan sendiri, mudah-mudahan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar